Rechercher dans ce blog

Thursday, December 2, 2021

5 Fakta Nia Ramadhani & Suami Hadiri Sidang Narkoba, Gaya Rambut Baru Hingga Telat 2 Jam - Haibunda

Jakarta -

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie dijadwalkan menghadiri sidang atas kasus penggunaan narkoba jenis sabu pada Kamis (2/12/2021), Bunda. Sebelumnya, pasangan ini diamankan dari kediamannya di kawasan Jakarta Selatan pada Juli 2021 lalu.

Dari penggeledahan tersebut, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa satu klip sabu dengan berat 0,78 gram. Mereka juga menyita alat isap atau bong.

Untuk informasi lebih lanjut, simak fakta-fakta yang sudah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber berikut, ya:


1. Kegiatan di Nia dan Ardi di rehabilitasi

Kasus yang menimpa Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menjadi perhatian publik. Kini, sudah tiga bulan keduanya menghabiskan waktu di panti rehabilitasi di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Diketahui, Nia dan Ardi ada banyak kegiatan yang keduanya lakukan selama menjalani rehabilitasi. Di antaranya seperti konsultasi bersama psikolog hingga kegiatan keagamaan.

"Ada beberapa program yang dia konsultasi ke psikolog udah pasti, terus keagamaan, sport activitynya, banyak deh. Bisa nanti ditanya ke panti rehabnya pekan depan akan menjadi saksi di sini," ungkap Wa Ode Nur Zainab selaku pihak pengacara, dikutip dari detikcom.

Banner Tanaman Hias Pengusir Nyamuk

2. Cara komunikasi dengan anak

Nia dan Ardi juga harus rela terpisah dari anak-anak mereka, Bunda. Keduanya pun hanya bisa berkomunikasi dengan sang anak melalui video call saja seperti yang sempat ramai belum lama ini.

Hingga saat ini anak-anak mereka hanya mengetahui bahwa orang tuanya tengah sibuk bekerja. "Yang saya tahu (bilangnya) lagi kerja. Orangtua nya lagi kerja," ungkapnya

Tak hanya itu saja ia pun menyebutkan jika hingga saat ini tak pernah melihat ada sanak-keluarga yang membawa ketiga anak Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie berkunjung ke tempat mereka di rehabilitasi.

Sebelumnya, Nia Ramadhani ramai dibicarakan saat melakukan video call dengan anak-anaknya. Kuasa hukumnya pun menegaskan bahwa hal itu dilakukan sesuai dengan aturan dan diketahui oleh petugas rehabilitasi.

Ia mengatakan bahwa saat ini status Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bukanlah tahanan, melainkan direhab sehingga masih sah-sah saja hal itu dilakukannya.

"Ya itu pas ada kunjungan kan yang menghubungi bisa bawa handphone. Itu bukan tahanan ya, itu tempat rehabilitasi. Yang saya jelas lihat pernah minjem dari yang berkunjung ke sana, memakai handphone orang yang berkunjung. Iya dari keluarga yang berkunjung."

"Jadi bukan hp sendiri ya itu perlu digarisbawahi. Iya tentu saja semua sesuai prosedurnya. Di sana kan yang diperhatikan psikisnya, kesehatannya, olahraga, terus mendekatkan diri pada agama," sambung Wa Ode Nur Zainab.

Simak fakta lainnya di halaman berikut ya, Bunda.

Bunda, simak juga kronologi penangkapan Nia Ramadhani dan suami terkait kasus narkoba dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Adblock test (Why?)


5 Fakta Nia Ramadhani & Suami Hadiri Sidang Narkoba, Gaya Rambut Baru Hingga Telat 2 Jam - Haibunda
Read More

Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Unsri, 2 Dosen Jadi Terduga Pelaku, Korbannya 3 Mahasiswi - Kompas.com - kompas.com

PALEMBANG, KOMPAS.com - Universitas Sriwijaya (Unsri) saat ini sedang menjadi sorotan setelah tiga mahasiswi di kampus tersebut mengalami pelecehan seksual secara fisik dan verbal oleh terduga dua dosennya sendiri. 

Kasus pelecehan seksual ini bermula cuitan korban inisial DR yang merupakan mahasiswi Unsri semester akhir itu diunggah oleh akun Twitter @unsrifess dan kembali diunggah ulang akun Instagram @palembang.eksis pada (27/9/2021) lalu.

Saat itu DR menggunakan akun anonim dan tak menyebutkan identitas pelaku maupun dirinya sendiri.

Baca juga: Curhat Viral di Medsos, Mahasiswi Unsri Mengaku Alami Pelecehan Seksual oleh Dosen Saat Bimbingan Skripsi

Dalam cuitan tersebut, DR mengaku bahwa mengalami pelecehan seksual oleh oknum dosen pada Sabtu (28/8/2021) saat hendak mengurus skripsi di kampus.

Hal itu membuat korban trauma atas kejadian tersebut.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sempat memberikan pendampingan kepada DR agar pihak rektorat mengambil tindakan sebelum kasus ini masuk ke ranah hukum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Dua Mahasiswi Unsri Kembali Jadi Korban Pelecehan Seksual, Kali Ini Dilakukan Oknum Staf Kampus

Korban DR berani lapor setelah ada korban lain

Dua bulan berjalan,  DR memutuskan melaporkan dosennya yang belakangan diketahui berinisial A ke Polda Sumatera Selatan karena tak menemukan titik terang dalam mediasi yang dilakukan oleh pihak Kampus Unsri.

Kasubdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan Kompol Masnoni mengatakan,  lambannya laporan DR masuk ke Polisi lantaran korban awalnya tak memiliki keberanian terhadap A.

Baca juga: Hasil Olah TKP Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri, Dosen Paksa Korban Pegang Kemaluannya

Setelah mengetahui bahwa ada dua korban lagi yang mengalami hal serupa, niat DR untuk melaporkan kejadian tersebut akhirnya timbul.

"Memang ada dua laporan dengan tiga korban. Kasus ini sama, namun pelakunya berbeda," kata Masnoni di Polda Sumsel, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri oleh Dosen Saat Bimbingan Skripsi, Polisi Periksa 3 Orang Saksi

Pelecehan seksual fisik dan verbal, dua pelaku berbeda

Untuk laporan DR sendiri, A diduga melakukan pelecehan seksual secara fisik. Dimana korban digerayangi oleh pelaku dan melakukan oral seks di dalam ruang laboratorium kampus.

Sementara, dua korban lagi mengalami pelecehan seksual secara verbal. Awalnya terduga pelaku disebut adalah staff kampus Unsri.

Namun belakangan, diketahui bahwa pelaku juga ternyata adalah oknum dosen di kampus Unsri.

"Kedua korban ini dilecehkan oleh terlapor dengan mengumbar kata-kata tak pantas dan cabul,"ujar Masnoni.

Namun, Masnoni enggan memberikan keterangan detil inisial para korban dan telapor dengan alasan privasi. Akan tetapi ia memastikan kasus tersebut akan terus berjalan hingga tuntas.

"Karena masih dalam penyelidikan kita belum bisa memberikan keterangannya sekarang. Tetapi, untuk laporan kedua korban itu sudah diterima," kata Masnoni.

Rektor angkat bicara

Sebelumnya, Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Saggaf akhirnya angkat bicara terkait dugaan mahasiswi Unsri menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh oknum dosen.

Anis mengatakan, pihak kampus telah membentuk tim semenjak kabar dugaan pelcehan seksual itu menjadi trending di Twitter, sejak dua bulan lalu.

Namun, sampai sejauh ini mereka masih belum mendapatkan identitas mahasiswi tersebut.

“Kita harus teliti kebenaran berita itu, karena itu baru sepihak yang dituduhkan. Kita telah membentuk tim etik yang sudah dibentuk dua bulan untuk melakukan penelusuran,” kata Anis di Palembang, Jumat (19/11/2021).

Menurut Anis, pihak kampus tidak akan menutupi siapa pun oknum dosen yang nantinya terbukti melakukan pelecehan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Unsri, 2 Dosen Jadi Terduga Pelaku, Korbannya 3 Mahasiswi - Kompas.com - kompas.com
Read More

Update Corona RI 2 Desember: Kasus Baru 311, Meninggal 10 - detikHealth

Jakarta -

Indonesia melaporkan 311 kasus baru virus Corona COVID-19 pada Kamis (2/12/2021). Total kasus positif menjadi 4.256.998, sembuh 4.105.352, dan meninggal 143.850.

Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 291.460, kasus aktif sebanyak 7.796, dan suspek yang diamati sebanyak 5.253.

Berikut detail kasus COVID-19 hari ini.

  • Kasus positif bertambah 311 menjadi 4.256.998
  • Pasien sembuh bertambah 388 menjadi 4.105.352
  • Pasien meninggal bertambah 10 menjadi 143.850

Sebelumnya pada Rabu (1/12/2021), tercatat total 4.256.687 kasus positif virus Corona COVID-19. Total sembuh sebanyak 4.104.964 kasus dan meninggal 143.840 kasus.

Simak video 'Omicron Mengintai, Kemenkes: Vaksin Booster Belum Diperlukan':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/fds)

Adblock test (Why?)


Update Corona RI 2 Desember: Kasus Baru 311, Meninggal 10 - detikHealth
Read More

Banyak Karyawan Terjebak Kebakaran di Gedung Cyber, 1 Orang Tewas - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak karyawan yang tengah bekerja terjebak dalam kebakaran di Gedung Cyber di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021) siang. Satu orang karyawan dilaporkan meninggal dunia.

"Ada satu yang meninggal. Pekerja usia 18 tahun. Dia (bekerja sebagai) teknisi," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Jakarta Selatan, Herbert Plider Lomba Gaol.

Baca juga: Satu Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber Jaksel

Selain itu, ada dua karyawan lain yang tak sadarkan diri dan saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 12.35 WIB. Api berhasil dipadamkan petugas damkar 30 menit setelah kejadian.

Pantauan Kompas.com, sejumlah petugas pemadam kebakaran berupaya mengevaluasi pekerja yang terjebak di dalam gedung. Petugas damkar terlihat mengerahkan tangga ke atap lobi Gedung Cyber. Sejumlah petugas damkar yang sudah berada di atas perlahan menurunkan pekerja dari gedung menuju lantai dasar.

Saat ini, petugas damkar telah memasang blower yang untuk menyedot sisa asap kebakaran dari dalam gedung tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Petugas Damkar Evakuasi Pekerja yang Terjebak dalam Kebakaran Gedung Cyber

(Reporter: Muhammad Isa Bustomi/ Editor: Irfan Maullana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Banyak Karyawan Terjebak Kebakaran di Gedung Cyber, 1 Orang Tewas - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com
Read More

Wednesday, December 1, 2021

Pemuda yang Terjaring Polisi Saat Hendak Ikut Reuni 212 Dibawa ke Polres Tangsel - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat pemuda terjaring dalam filterisasi yang dilakukan polisi di Jalan Jakarta-Bogor, tepatnya di Sandratex, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (2/12/2021), pagi.

Kini, mereka yang terjaring saat hendak mengikuti acara Reuni 212 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, telah dibawa ke Polres Tangerang Selatan.

"Atas perintah pimpinan kita arahkan empat remaja itu ke Polres Tangsel untuk dimintai keterangan," ujar Kanit Lantas Polres Ciputat Timur AKP Bakti Surung di lokasi, Kamis.

Bakti mengatakan, keempat pemuda dalam pemeriksaan sementara mengaku ingin menuju kawasan Jakarta.

Baca juga: Dikawal Polisi, Massa Reuni 212 di Jalan MH Thamrin Bergerak ke Arah Tanah Abang

Mereka menumpangi sebuah truk dari daerah Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita tanyakan, mereka memberhetikan truk dari wilayah Sawangan, Depok. Kemudian kita turunkan di Pos Sandratex, saat kita tanyakan mereka akan melaksanakan kegiatan di Monas," kata Bakti.

Sebelumnya, satu dari empat pemuda yang terjaring, Adam, mengaku kepada polisi ingin menghadiri acara Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Saya dari Cinangka, Sawangan mau hadir ke Monas, Reuni 212," ujar Adam saat di lokasi.

Adam mengaku, tidak ada orang yang mengajak untuk mengikuti Reuni 212, melainkan keinginan sendiri dan teman-temannya.

"Tidak ada yang mengajak. Panggilan hati saja mau ke sana," kata Adam.

Adblock test (Why?)


Pemuda yang Terjaring Polisi Saat Hendak Ikut Reuni 212 Dibawa ke Polres Tangsel - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com
Read More

Massa Reuni 212 Dekati Monas Dan Patung Kuda - CNN Indonesia

Adblock test (Why?)


Massa Reuni 212 Dekati Monas Dan Patung Kuda - CNN Indonesia
Read More

KRONOLOGI Perseteruan Sri Mulyani dan Pimpinan MPR, Berawal dari Absen Rapat dan Pangkas Anggaran - Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM - Perseteruan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan pimpinan MPR kini menjadi sorotan publik.

Diketahui masalah ini dipicu karena Kementerian Keuangan memangkas anggaran untuk memasifkan Sosialialisasi Empat Pilar MPR RI.

Selain itu teguran yang diberikan pimpinan MPR kepada Sri Mulyani ini karena tidak pernah hadir dalam rapat bersama MPR.

Merasa kecewa dengan tindakan Sri Mulyani tersebut, pimpinan MPR pun mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopotnya sebagai Menteri Keuangan.

Berikut kronologi perseteruan antara Sri Mulyani dengan pimpinan MPR yang telah dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber.

Baca juga: Alasan Pimpinan MPR Minta Copot Sri Mulyani: Anggaran Tiap Tahun Selalu Dipotong dan Refocussing

Protes Soal Anggaran

Dilansir Kompas.com, Wakil Ketua MPR RI Bidang Anggaran Fadel Muhammad menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak bisa menepati janjinya, terkait anggaran untuk Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Padahal kini pimpinan MPR RI kini berjumlah 10 orang dari sebelumnya yang berjumlah 4 orang.

Namun nyatanya anggaran di MPR malah terus menurun tidak sejalan dengan jumlah pimpinan MPR yang bertambah.

"Kami di MPR ini kan Pimpinannya 10 orang, dulu cuma 4 orang kemudian 10 orang. Namun anggaran di MPR malah turun, turun terus," kata Fadel dilansir Kompas.com, Rabu (1/12/2021).

Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad
Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad (Istimewa)

Baca juga: Profil Bambang Soesatyo, Ketua MPR yang Minta Sri Mulyani Dipecat Gara-gara Absen Rapat

Adblock test (Why?)


KRONOLOGI Perseteruan Sri Mulyani dan Pimpinan MPR, Berawal dari Absen Rapat dan Pangkas Anggaran - Tribunnews
Read More

Daftar Fasilitas Negara yang Tak Boleh Digunakan Jokowi Jika Kampanye - Nasional Tempo

TEMPO.CO , Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan presiden boleh memihak dan melaksanakan kampanye dalam pemiliha...