Rechercher dans ce blog

Saturday, November 20, 2021

Pengamat Jelaskan 3 Poin Krusial Terkait Cyber Army Bikinan MUI DKI untuk Bela Anies dan Ulama - Kompas TV

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dibikinkan Cyber Army oleh MUI DKI. Pengamat dari The Political Literacy membeberkan tiga poin krusial terkait hal ini. (Sumber: Kompastv/Ant)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat politik Islam dari The Political Literacy, Muhammad Hanifuddin, menilai keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membentuk pasukan siber (Cyber Army) untuk membantu Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai keputusan bagus, meskipun agak sedikit terlambat dilakukan.

Hanif menyebutkan tiga poin krusial terkait keputusan MUI DKI tersebut. Ia menilai MUI DKI perlu memberikan penjelasan agar publik tidak kaget sekaligus menilai negatif terhadap pasukan siber ini.

Apalagi, kata dia, tim ini bukan sekadar untuk Anies, tapi juga melindungi ulama.

“Pertama, kesadaran MUI terkait pentingnya MUI memiliki tenaga ahli dan tim siber patut diapresiasi. Ini langkah maju, tapi sangat terlambat,” ujarnya kepada KOMPAS TV lewat pesan daring, Sabtu (20/11/2021).

Hanif mengingatkan tentang fatwa MUI soal panduan bermuamalah di media sosial sudah diterbitkan sejak 2017.

Di antaranya adalah melarang penyebaran ujaran kebencian, berita bohong, bullying atau perundungan dan permusuhan.

Terlebih, kata dia, yang dapat merusak keharmonisan umat beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sudah jauh-jauh hari menjadi keresahan publik bahkan sebelum fatwa itu dikeluarkan.

“Kedua, tim cyber ini harus objektif, akurat, berimbang, dan tidak partisan. Informasi dan dakwah MUI harus menjadi pengayom dan penengah dari silang pendapat yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: MUI DKI Bikin Tim Siber untuk Bela Anies, Pengamat: Jadi Masalah kalau Partisan dan Politis

Cyber Army, MUI DKI dan Anies Baswedan

Yang menurut Hanif paling krusial terkait keinginan untuk melindungi ulama dan Anies dari serangan buzzer adalah MUI harus dapat memberikan pencerahan dan literasi kepada publik secara bijak.

Adblock test (Why?)


Pengamat Jelaskan 3 Poin Krusial Terkait Cyber Army Bikinan MUI DKI untuk Bela Anies dan Ulama - Kompas TV
Read More

Kasus 4 Video Mesum Sejoli Beredar Luas di Garut, Polisi: Pemeran Wanita Membuat Laporan Diduga Unsur Pemerasan - TV ONE

Garut, Jawa Barat - Kasus 4 video mesum sejoli yang viral di Garut, Jawa Barat, menemui titik terang. Pemeran wanita dalam video itu dikabarkan membuat laporan resmi ke Polres Garut karena dugaan sementara motif video tersebar luas lantaran unsur pemerasan.

Gegernya 4 video mesum sepasang sejoli di sebuah kamar di Garut mulai terkuak, selain mendapatkan identitas kedua pemeran dalam video tersebut, polisi juga telah menerima laporan resmi dari wanita yang ada dalam video itu.

"Si wanitanya sudah bikin laporan, sudah diperiksa juga," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Dede Sopandi kepada tvonenews.com lewat sambungan telepon, Sabtu (20/11/2021).

Dalam kasus tersebarnya video asusila ini diduga kuat, wanita dalam video itu menjadi korban. Pasalnya sang wanita tersebut nekat membuat laporan resmi kepada kepolisian.

"Diduga ada unsur pemerasan, makanya videonya menyebar, nah yang si laki-lakinya masih kita kejar," tambah Dede.

Adblock test (Why?)


Kasus 4 Video Mesum Sejoli Beredar Luas di Garut, Polisi: Pemeran Wanita Membuat Laporan Diduga Unsur Pemerasan - TV ONE
Read More

Friday, November 19, 2021

Bentrok Ormas di Ciledug, Ini Kronologinya - Kompas TV

Dua organisasi massa (ormas) terlibat bentrok di Jalan Raden Fatah Ciledug Tangerang, Jumat (19/11/2021). (Sumber: tangkapan layar video media sosial)

TANGERANG, KOMPAS.TV - Dua organisasi masyarakat (ormas) terlibat bentrok di Jalan Raden Fatah Ciledug Tangerang, Jumat (19/11/2021). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.45 WIB itu melibatkan ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR).

Video ormas yang terlibat bentrok itu beredar di media sosial. Dalam rekaman video terlihat massa terlibat bentrok di Pasar Lembang Ciledug hingga saling lempar batu. Aparat keamanan mencoba melerai bentrokan itu namun massa makin menjadi.

Menurut Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol bentrok dua ormas di Ciledug itu membuat dua orang dari FBR dan satu orang dari PP terluka.

Baca Juga: Satu Orang Tewas dalam Bentrok Ormas di Perbatasan Cianjur-Sukabumi

“Saat ini korban dirawat di RS Sari Asih dan Medika Lestari,” ujarnya dalam laporan.

Peristiwa bentrok ormas di Ciledug ini bermula ketika massa PP Ciledug berkumpul di depan toko perlengkapan bayi Asoka untuk merayakan ulang tahun Ketua PP Sudimara Timur.

Kemudian Kanit Intel Iptu Sugeng Pranoto mengimbau ketua PP untuk membubarkan diri supaya tidak terjadi gesekan dengan ormas lainnya.

Namun, ketua PP Ciledug ketika itu sudah memastikan untuk bertanggung jawab. Massa pun kembali berputar dan kembali ke pos PP Pasar Lembang.

Namun sekitar pukul 17.40 WIB, di Ruko Dian Plaza Sudimara Selatan terjadi pembacokan yang membuat dua orang anggota FBR terluka.

Baca Juga: Bentrok Ormas di Cicalengka, Polisi Tangkap 20 Orang dan Sejumlah Senjata Tajam!

Adblock test (Why?)


Bentrok Ormas di Ciledug, Ini Kronologinya - Kompas TV
Read More

Wamenag Respons Isu Bubarkan MUI Ramai Medsos - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyebut isu pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang belakangan ramai di media sosial, sesuatu yang berlebihan.

Tagar #bubarkanMUI beredar luas beberapa hari ini usai anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain an-Najah ditangkap Densus 88 pada Selasa (19/11) lalu terkait terorisme.

"Saya kira hal itu terlalu berlebihan. Ibarat rumah ada tikusnya, masak rumahnya mau dibakar," kata Zainut, Jumat (19/11).


Zainut yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu turut membantah anggapanMUI terpapar terorisme.

Tudingan tersebut menurutnya sangat tidak berdasar. Ia beralasan, MUI telah menetapkan Fatwa Nomor 3 Tahun 2004 tentang Terorisme yang isinya mengharamkan aksi teror.

Adapun soal penangkapan Zain, Zainut menyebut hal itu menunjukkan bahwa jaringan terorisme sudah menyusup ke berbagai kalangan dan kelompok.

"Untuk hal tersebut menuntut kewaspadaan kita semua agar tidak lengah terhadap gerakan terorisme, karena terorisme bisa menyusup ke mana saja, tidak terbatas hanya di MUI," kata Zainut.

Zainut juga meyakini tindakan dugaan terorisme yang dilakukan Zain An-Najah tidak ada kaitannya dengan MUI. Tindakan itu sepenuhnya tanggung jawab pribadi Zain an-Najah.

Ia menegaskan mendukung polisi memproses kasus Zain sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

"Meminta kepada semua pihak untuk menahan diri, tetap tenang dan tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang ingin membuat kekacauan dengan mengadu domba dan memecah belah persatuan dan kesatuan umat," kata Zainut.

Densus 88 menangkap Zain An-Najah dan dua orang lainnya di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11) lalu.

Zain diduga bergabung dalam anggota Dewan Syuro Jamaah Islamiyah (JI) dan juga Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA). Lembaga ini diduga merupakan yayasan amal yang didirikan untuk pendanaan JI.

(rzr/wis)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


Wamenag Respons Isu Bubarkan MUI Ramai Medsos - CNN Indonesia
Read More

Thursday, November 18, 2021

Hari Ini, Gerhana Bulan Sebagian yang Disebut Terlama di Abad 21 - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Salah satu fenomena astronomi yang akan terjadi hari ini, Jumat (19/11/2021), Gerhana Bulan Sebagian jangan sampai dilewatkan. Sebab, Gerhana Bulan Sebagian 2021 ini disebut sebagai fenomena terlama di abad 21 ini.

Seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (17/11/2021), Gerhana Bulan Sebagian 2021 durasinya menjadi yang terlama dibandingkan dengan peristiwa serupa yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya.

Menurut peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang, gerhana bulan sebagian kali ini menjadi yang terlama di abad 21.

Andi menjelaskan bahwa fenomena gerhana bulan tersebut adalah yang ke-45 dan peristiwa ke-71 gerhana dalam Seri Saros-126.

Seri Saros adalah sekumpulan peristiwa gerhana, di mana interval dua gerhana yang berurutan merupakan siklus Saros, yang memiliki durasi rata-rata 28 tahun 11 hari 8 jam dan terpaut sebesar 223 lunasi (siklus sinodis Bulan).

Baca juga: Waktu dan Cara Melihat Gerhana Bulan Sebagian Terlama Abad Ini di Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menjelaskan proses terjadinya Gerhana Bulan Sebagian, Andi menerangkan bahwa pada Seri Saron untuk Gerhana Bulan diawali dengan gerhana bulan penumbra, yakni saat Bulan memasuki penumbra Bumi, kemudian perlahan memasuki umbra Bumi, sehingga terjadi gerhana bulan sebagian.

Selanjutnya, seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam umbra, sehingga terjadi Gerhana Bulan Total dan puncak dari Seri Saros terjadi saat Gerhana Bulan Total sentral.

Pada saat Bulan berada tepat di tengah-tengah umbra, maka gerhana Bulan akan mengalami durasi total paling lama.

Lantas, apa itu Gerhana Bulan Sebagian?

"Gerhana bulan sebagian adalah kondisi ketika sebagian permukaan bulan tertutupi oleh inti bumi atau umbra bumi. Semakin bulan menuju ke pusat bayangan pada saat gerhana terjadi, maka durasi gerhana akan semakin lama," kata Andi kepada Kompas.com, Rabu (17/11/2021).

Menjelaskan durasi Gerhana Bulan Sebagian yang akan terjadi hari ini, Andi mengatakan bahwa ada faktor lain yang menyebabkan fenomena tersebut menjadi peristiwa Gerhana Bulan Sebagian terlama abad 21 ini.

Baca juga: Gerhana Bulan Sebagian Terlama, Ini Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Mengamatinya

Puncak gerhana bulan sebagian atau parsial sekitar pukul 04:30 WIB terlihat dari Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/7/19). Durasi gerhana bulan sebagian ini dapat diamati selama dua jam dan 58,8 menit dari fase awal hingga fase akhir.ANTARA FOTO/PARAMAYUDA Puncak gerhana bulan sebagian atau parsial sekitar pukul 04:30 WIB terlihat dari Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/7/19). Durasi gerhana bulan sebagian ini dapat diamati selama dua jam dan 58,8 menit dari fase awal hingga fase akhir.

Pasalnya, Gerhana Bulan Sebagian terlama yang akan terjadi hari ini, memiliki magnitudo gerhana sebesar 0,9785. Artinya, sebesar 97,85 persen lebar Bulan akan tertutupi umbra Bumi, yang membuat gerhana ini berlangsung dengan durasi cukup lama.

"Durasi gerhananya bisa mencapai 3 jam 28 menit," kata Andi.

Menurutnya, durasi Gerhana Bulan Sebagian ini dianggap paling lama, terlebih jika dibandingkan dengan gerhana bulan total terlama yang pernah terjadi pada tahun 2018, yang durasinya hanya selama 1 jam 42 menit dan 57 detik.

Lebih lanjut Andi menjelaskan bahwa kebanyakan fenomena gerhana hanya bertahan selama kurang dari dua jam.

Oleh sebab itu, peristiwa Gerhana Bulan Sebagian yang terjadi hari ini, Jumat (19/11/2021) akan menjadi peristiwa gerhana bulan yang terpanjang atau terlama di abad 21 ini.

Baca juga: Gerhana Bulan Sebagian Terlama Abad Ini, Catat Waktu Puncaknya di Indonesia

Gerhana Bulan Sebagian terlama di Indonesia

Hanya sebagian wilayah Indonesia akan dapat melihat fenomena astronomi istimewa ini.

Di Indonesia, durasi Gerhana Bulan Sebagian 2021 yang terlama akan dapat diamati di Papua saja.

Peristiwa gerhana bulan sebagian terlama di Papua akan berlangsung selama 2 jam 20 menit.

Fase puncak Gerhana Bulan Sebagian terlama ini akan terjadi pada pukul 16.02.53 WIB, 17.02 Wita dan 18.02 WIT, yang puncaknya dapat diamati di wilayah berikut.

  • Provinsi Papua Barat: Kecuali Kabupaten Kepulauan Raja Ampat
  • Provinsi Papua
  • Sebagian provinsi Maluku: Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Kei, Kabupaten Kepulauan Aru

Selain itu, fase puncak gerhana bulan dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut dekat gugus Pleaides konstelasi Taurus.

Sumber: Ellyvon Pranita, Reporter Sains Kompas.com

 

Baca juga: Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Hari Ini, Gerhana Bulan Sebagian yang Disebut Terlama di Abad 21 - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Keluarga Nirina Zubir Jadi Korban Mafia Tanah, Sofyan Djalil Angkat Bicara - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil menanggapi kasus mafia tanah yang menjerat keluarga artis Nirina Zubir.

Sofyan memastikan akan melakukan audit terlebih dahulu apakah ada pegawai BPN yang ikut terlibat mafia tanah dalam kasus tersebut atau terjadinya kelalaian dari pihak BPN saat melakukan pengalihan sertifikat tanah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ada dugaan lain yang bisa saja terjadi dalam kasus ini seperti keterlibatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), namun tanpa adanya keterlibatan pegawai BPN.

"Apakah ada pelanggaran prosedur waktu pengalihan sertifikat kami belum tahu, nanti kita akan audit dahulu apakah ada BPN yang ikut terlibat," ujar Sofyan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Sebelumnya diberitakan, mendiang ibunda Nirina, Cut Indria Marzuki, menjadi korban mafia tanah.

Baca juga: Mafia Tanah Merajalela, Sofyan: Kita Berantas Sampai ke Akar

Tindakan kriminal itu dilakukan oleh orang terdekat mendiang ibunda Nirina yaitu Riri Khasmita.

Diketahui, Riri Khasmita merupakan asisten rumah tangga (ART) yang sudah bekerja dengan ibundanya sejak tahun 2009.

Nirina Zubir mengatakan, ada enam aset berupa surat tanah yang telah digelapkan oleh Riri Khasmita.

Dua aset tanah kosong telah dijual, sedangkan empat aset tanah dengan bangunan telah diagunkan ke bank. Keenam aset tersebut sudah berganti kepemilikan menjadi nama Riri Khasmita.

Karena kasus yang menimpa keluarganya tersebut, Nirina memperkirakan ketugian mencapai Rp 17 miliar.

"Kurang lebih Rp 17 miliar (kerugian). Kami berharap semua balik ke keluarga kami, kepada ahli waris,” ucap Nirina saat jumpa pers, Rabu (17/11/2021).

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan oleh Nirina ke Polda Metro Jaya pada Juni 2021 lalu.

Atas kasus ini, Riri dan suaminya beserta pihak notaris yaitu Farida telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Keluarga Nirina Zubir Jadi Korban Mafia Tanah, Sofyan Djalil Angkat Bicara - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Pria Ini Hilang Misterius di Cadas Pangeran Sumedang, Mbah Mijan Bilang Begini - Galamedia News - Galamedia

GALAMEDIA - Paranormal Mbah Mijan ikut berkomentar terkait seorang pria yang hilang misterius di kawasan Cadas Pangeran, Sumedang, Jawa Barat.

Hilangnya pria bernama Yana Supriatna (40) itu membuat panik keluarga. Apalagi sebelum dinyatakan hilang, Yana mengirim pesan suara pada istrinya. Ia mengatakan dirinya sedang beristirahat.

"Salat dulu di Simpang, salat isya, kebetulan ada orang sumedang juga nebeng bersama ayah," ujar Yana yang pesan suaranya juga dibagikan Mbah Mijan, Kamis, 18 November 2021.

Baca Juga: Umumkan Profesi Barunya sebagai Ketua RT, Luna Maya Berharap Bisa Bantu Warga Kemang

Tak lama berselang, pesan kembali dikirimkan namun kali ini berisi suara meringis seperti ketakutan atau kesakitan dan meminta pertolongan.

Menanggapi itu, Mbah Mijan turut mendoakan agar Yana segera ditemukan.

"Semoga pria yang hilang di Cadas Pangeran, Sumedang segera ketemu, Aamiin. Ini adalah Voice Chat Pak Yana yang diterima istri sebelum kejadian," tulis Mbah Mijan dalam unggahan Instagramnya.

Baca Juga: Menantu Luhut Mayjen Maruli Simanjuntak Muncul di Bursa Pangkostrad, Calon Kuat Pengganti Dudung Abdurachman?

Mbah Mijan melanjutkan kisah mistis mengenai lokasi hilangnya Yana di kawasan Cadas Pangeran sudah dikenal oleh masyarakat khususnya di Jawa Barat.

Adblock test (Why?)


Pria Ini Hilang Misterius di Cadas Pangeran Sumedang, Mbah Mijan Bilang Begini - Galamedia News - Galamedia
Read More

Daftar Fasilitas Negara yang Tak Boleh Digunakan Jokowi Jika Kampanye - Nasional Tempo

TEMPO.CO , Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan presiden boleh memihak dan melaksanakan kampanye dalam pemiliha...