
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diselimuti suasana duka usai tiga guru besar UGM meninggal dunia dalam waktu yang cukup berdekatan.
Ketiganya adalah I Gede Suparta Budisatria yang juga merupakan Dekan Fakultas Peternakan UGM, lalu Sulchan Sofoewan, dan Sri Kadarsih Soejono.
"Prof Gede meninggal karena solo accident (kecelakaan tunggal) di Tol Cipali dini hari tadi," kata Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Prof Paripurna Sugarda di Balairung UGM, Kamis.
Selain I Gede, lanjut Paripurna, ada pula rombongan dari Fakultas Peternakan UGM yakni Ali Agus dan Chusnul Hanim yang juga terlibat dalam kecelakaan tunggal itu. Ketiganya pada saat itu berada dalam satu mobil.
Paripurna mengaku belum mengetahui kronologi rinci kejadian, termasuk arah tujuan mobil yang ditumpangi rombongan dari Fakultas Peternakan UGM ini.
"Jadi yang saya tahu ada Prof Gede sama Prof Ali Agus. Prof Ali itu mantan dekan (Fakultas Peternakan UGM) sama Bu Hanum. Kalau Bu Hanum itu juga dosen peternakan, istrinya Pak ali," urai dia.
I Gede Suparta yang meninggal dalam usia 53 tahun ini, menurut Paripurna, jenazahnya akan disemayamkan di Balairung sore nanti. Rencananya almarhum dimakamkan di tempat Pemakaman Sawit Sari UGM.
Kabar duka lain datang dari Keluarga Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM yang ditinggal pergi Sulchan Sofoewan dan Sri Kadarsih Soejono untuk selama-lamanya.
Dekan FKKMK UGM Ova Emilia menuturkan, kedua guru besar berstatus purna tugas ini meninggal karena penyakit yang diidap masing-masing. Menurutnya, Sulchan meninggal di RSUP dr. Sardjito pada Rabu (3/11) pukul 19.27 WIB, sementara Kadarsih wafat sekitar pukul 20.00 WIB.
"Ya ini baru saja meninggal Prof Sulchan ini bidangnya Guru Besar bidang obstetri-ginekologi. Lalu Bu Kadarsih bidang fisiologi," kata Ova.
"Keduanya karena gerah (sakit), bukan Covid ya. Dua-duanya meninggal di usia sekitar 80-an," sambung dia.
Rencananya, jenazah Kadarsih akan dimakamkan di Pemakaman Sawit Sari UGM. Sementara Sulchan dikebumikan di tempat pemakaman keluarga.
Di mata Ova, baik Sulchan maupun Kadarsih masih memberikan kontribusi untuk pendidikan dan penelitian meski status kepegawaiannya keduanya telah telah memasuki masa purna sekalipun.
"Dua-duanya itu guru saya. Dua-duanya lulusan Kobe University. Dan keduanya itu kebetulan sering bekerja bersama dalam penelitian-penelitian yang kerjasamanya dengan jepang. Keduanya sangat baik, tekun, mendalami keilmuannya. Saya kira muridnya sudah sangat banyak yang dalam bidang keilmuannya masing-masing," pungkasnya.
(kum/gil)Tiga Guru Besar UGM Meninggal Dunia - CNN Indonesia
Read More
No comments:
Post a Comment