Rechercher dans ce blog

Monday, November 1, 2021

Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masuk Tahap Produksi, Begini Progresnya - Kompas.com - KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sedang berlangsung di tengah sorotan publik.

Menuai kritik sejumlah kalangan setelah mendapat suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari hal itu, Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan progres pembangunan KCJB kini sudah mencapai lebih dari 79 persen.

Sementara rangkaian kereta atau electric multiple unit (EMU) sudah memasuki tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC), Sifang, Qingdao.

"Rangkaian EMU ini dibuat dengan sistem manajemen mutu terstandardisasi internasional ISO 900," katanya dikutip dari Antara, Senin (01/11/2021).

Baca juga: Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dikaji

Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait PMN dan komitmen pendanaan dari China Development Bank (CBD).

"Masuknya investasi pemerintah melalui PMN kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku pemimpin konsorsium (leading consortium) Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa mempercepat penyelesaian pengerjaan proyek setelah sempat tersendat akibat pandemi Covid-19," ujarnya.

Menurut Dwiyana, struktur pembiayaan KCJB yaitu 75 persen dari nilai proyek dibiayai oleh CDB dan 25 persen dibiayai dari ekuitas konsorsium.

Dari 25 persen ekuitas tersebut, sebesar 60 persen berasal dari konsorsium Indonesia karena menjadi pemegang saham mayoritas.

Sehingga, pendanaan dari konsorsium Indonesia ini sekitar 15 persen dari proyek, sedangkan sisanya sebesar 85 persen dibiayai dari ekuitas dan pinjaman pihak China, tanpa adanya jaminan dari Pemerintah Indonesia.

PMN yang akan dialokasikan pemerintah sebesar Rp 3,4 triliun, digunakan untuk pembayaran base equity capital atau kewajiban modal dasar dari konsorsium.

Sedangkan pinjaman CBD diperkirakan mencapai 4,55 miliar dolar AS atau setara Rp 64,9 triliun.

KCJB masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun melalui kerja sama Indonesia dan China yang pengerjaannya menggunakan teknologi tinggi sehingga bisa menjadi suatu lompatan yang baik bagi Indonesia.

Terlebih, kedua negara juga telah melakukan transfer knowledge sehingga para pekerja di Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masuk Tahap Produksi, Begini Progresnya - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Cerita Danu, Saksi Kunci Pembunuhan Subang, Diminta Yoris Pantau TKP, Sampai Bantu "Banpol" Kuras Bak Mandi Berbau Anyir - Kompas.com - kompas.com

BANDUNG, KOMPAS.com - Saksi kunci kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, kembali dimintai keterangannya oleh polisi untuk kesekian kalinya. Saksi kunci tersebut adalah Danu (21), keponakan dari korban Tuti (55). 

Saat diperiksa polisi, Danu didampingi oleh kuasa hukumnya, Achmad Taufan.

Baca juga: UPDATE Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yoris Didampingi 10 Pengacara

Polisi mencecar Danu dengan 16-17 pertanyaan yang berhubungan dengan pembunuhan anak dan ibu di Subang, khususnya soal keberadaan Danu yang sempat membersihkan bak mandi pasca kejadian pembunuhan itu.

Kuasa Hukum Danu, Achmad Taufan, membeberkan cerita mengenai hal tersebut.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Danu yang Menguras Bak Mandi Kembali Diperiksa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Danu awalnya diminta Yoris pantau TKP

Ia mengungkapkan, awalnya Danu diminta Yoris (anak korban Tuti, kakak korban Amalia) untuk bersiap di dekat sekitar rumah tempat kejadian perkara pembunuhan Tuti dan anaknya, Amalia Mustika Ratu, untuk menjaga rumah tersebut.

Danu datang di sekitar lokasi pascakejadian terungkapnya pembunuhan, tepatnya sekitar tanggal 19 Agustus 2021.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Belum Terungkap, Polisi: Kejahatan Luar Biasa dan Terencana

"Danu pagi diminta sama keluarganya dalam hal ini Yoris dan itu diakui semua keluarga, bahwa Danu diminta untuk standby di dekat TKP, tujuannya untuk menjaga rumah, jangan ada yang masuk dan lain-lain," kata Taufan saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/11/2021).

Danu kemudian menunggu di salah satu sekolah SMA di dekat rumah korban, dan memantau kondisi rumah tersebut seperti yang diperintahkan Yoris.

Baca juga: Hari Ke-65 Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yosef Diperiksa untuk Ke-14 Kalinya

Dikira polisi, Danu "manut" diminta buka pintu rumah dan kuras bak mandi

Namun tak lama, Danu melihat ada orang yang terlihat masuk ke rumah korban.

"Dia (Danu) nunggu di SMA dan disitu ada saksi-saksi yang melihat Danu ada di situ. Ketika ada oknum yang masuk ke dalam, Danu langsung ke TKP dan foto, dan laporkan ke Yoris," kata Taufan.

Saat itu, kata Taufan, kliennya itu mengira bahwa orang tersebut adalah polisi, ia bahkan menuruti permintaan orang tersebut untuk mendampinginya membukakan pintu hingga menguras bak mandi.

"Danu tanya, setelah itu malah dia (oknum) malah minta didampingi Danu buka pintu setelah itu pas di dalam Danu diminta kuras bak kamar mandi," kata Taufan.

Danu cerita kondisi bak mandi bau anyir seperti campur darah

Menurut Taufan, Danu merupakan anak muda yang lugu, bahkan awalnya ia mengira orang yang meminta dia masuk ke dalam rumah korban setelah kejadian itu adalah anggota polisi, alasan itu lah yang membuat Danu mengikuti perintah orang tersebut.

"Kalau keterangan dari Danu, awalnya Danu mengira itu pasti polisi karena yang berhak masuk ke TKP kan polisi, penyidik, nah ke sininya kan Danu baru tahu kalau itu Banpol, bantuan polisi. Danu ini kan kalau lihat ini orangnya itu lugu, jadi kalau ada dikira oknum polisi yang nyuruh ya pasti di jalankan," lanjut Taufan.

Menurut Kliennya itu, kondisi bak mandi di rumah korban berbau anyir, dan dipenuhi dengan air bercampur darah.

"Ya menurut cerita Danu kondisi bak itu butek kaya air campur darah, butek ya, bau anyir, lalu dikuras sama dia gitu," ucapnya.

Usai temukan sesuatu, lalu diajak keluar

Usai membersihkan bak tersebut, Danu keluar dari kamar mandi di rumah korban dan diajak orang yang diduga Banpol itu untuk keluar.

"Keluar sudah, jadi pada saat dia membersihkan itu ada sesuatu yang ditemukan Danu karena dia nyebur ke dalam bak, abis itu gak lama setelah kuras dia diajak keluar sama oknumnya itu, yang Banpolnya ini," ucapnya.

Disinggung, apakah kliennya ini berbicara banyak dengan orang tersebut, Taufan mengatakan bahwa Danu tak banyak bertanya lantaran saat itu ia mengira orang yang masuk korban setelah kejadian itu adalah polisi.

"Gak banyak kata dia, yang jelas 'sini Danu tolong kuras baknya' itu aja, karena Danu awalnya mengira itu polisi, ya gak mungkin banyak tanya," ujarnya.

Siapa suruh Banpol datang dan bersihkan TKP? 

Taufan mempertanyakan siapa sebenarnya yang menyuruh Banpol itu masuk ke TKP korban dan meminta Danu untuk membersihkan bak mandi pasca kejadian itu.

"Sebenarnya begini, kita malah mempertanyakan pada polisi yang menyuruh masuk ini siapa?, karena kapasitas Banpol masuk ke TKP ini apa, tujuannya apa, karena kalau yang masuknya polisi kita enggak masalah, karena memang kewenangan polisi untuk menyidik perkara ini, tapi ternyata yang datang malah Banpol, nah ini jadi pertanyaan kita," ucap Taufan.

"Artinya Banpol ini kapasitasnya apa, artinya kalaupun dia tak menemui Danu, kemungkinan besar dia sendiri yang membersihkan bak itu kan gitu. Itu kan analisa kita ya, tapi ya kita serahkan kepada penyidik yang lebih berwenang kita hanya menganalisa dan terkait kronologis dan posisi Danu dan lain-lain itu memang sudah kita analisa semua," tambah Taufan.

Penyelidikan libatkan Polda Jabar hingga Mabes Polri, kasus belum terpecahkan

Diberitakan sebelumnya, dugaan pembunuhan Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23) di Subang terungkap dari laporan suami korban (Yosef) yang melihat kondisi tak wajar di kediamannya.

Yosef melihat ceceran darah lantai rumahnya sampai ke arah mobil itu.

Ia kemudian menelusuri ceceran tersebut hingga ke mobil dan menemukan anak dan istrinya yang sudah tak bernyawa di dalam bagasi mobil Alphard.

Kaget dengan kondisi tersebut, ia kemudian melaporkannya ke kepolisian setempat.

Polisi kemudian ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, menyelidiki dugaan pembunuhan tersebut.

Seiring waktu, penyelidikan kasus ini tak hanya dilakukan oleh Polres Subang, namun juga melibatkan Polda Jabar dan Mabes Polri.

Namun hingga dua bulan lebih ini, polisi belum berhasil mengungkap misteri pembunuhan ibu dan anak tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Cerita Danu, Saksi Kunci Pembunuhan Subang, Diminta Yoris Pantau TKP, Sampai Bantu "Banpol" Kuras Bak Mandi Berbau Anyir - Kompas.com - kompas.com
Read More

Naik Pesawat di Jawa-Bali Boleh Pakai Tes Antigen, Anggota DPR: Syarat Tes PCR Memberatkan - Kompas.com - Nasional Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi langkah pemerintah yang membolehkan tes swab antigen sebagai syarat naik pesawat di Jawa dan Bali.

Menurut Saleh, selama ini publik memang mengeluhkan syarat wajib tes PCR karena biayanya yang mahal dan aksesnya yang sulit, khususnya di daerah-daerah terpencil.

"Saya mengapresiasi keputusan yang diambil pemerintah terkait dengan revisi persyaratan untuk penerbangan, karena memang selama ini diakui bahwa persyaratan tersebut sedikit memberatkan," kata Saleh, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/11/2021).

Baca juga: Naik Pesawat di Jawa-Bali Kini Boleh Pakai Tes Antigen

Ia berpandangan, keputusan pemerintah ini sekaligus membuktikan anggapan sebagian pihak yang menduga ada kepentingan bisnis dari penerapan tes PCR sebagai syarat naik pesawat.

"Karena pemerintah bisa langsung memutus tanpa ada hitung-hitungan bisnisnya itu berarti, dengan cara cepat begini kan hanya hitungan dua-tiga hari nih, itu kan langsung putus, itu enggak ada hitungan bisnis di situ," ujar politisi PAN itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, Saleh mengingatkan agar pemerintah ke depannya berhati-hati dalam mengeluarkan sebuah kebijakan, yakni dengan melakukan kajian dari berbagai aspek.

Sebab, perubahan syarat naik pesawat dari wajib tes PCR menjadi boleh tes antigen baru diambil setelah ketentuan itu menuai polemik di masyarakat.

Padahal, menurut dia, tes antigen dan PCR sama-sama dapat mendeteksi seseorang terpapar Covid-19 atau tidak. Namun, pada ketentuan sebelumnya, pemerintah mewajibkan tes PCR untuk naik pesawat sedangkan perjalanan darat cukup gunakan antigen.

"Kalau misalnya sama-sama kuat, berarti kan betul-betul sama-sama bisa dipakai, karena sama-sama bisa dipakai maka cari yang lebih murah. Atau kalau tidak, saran saya silakan pemerintah yang membiayai," ujar Saleh.

Baca juga: Koalisi Kritik Penurunan Harga Tes PCR yang Tidak Transparan dan Akuntabel

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah memperbolehkan penggunaan tes swab antigen sebagai syarat naik pesawat terbang di Jawa dan Bali.

Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers secara virtual usai rapat evaluasi PPKM, Senin (1/11/2021).

"Untuk perjalanan akan ada perubahan, yakni untuk wkilayah Jawa-Bali perjalanan udara tidak lagi mengaruskan menggunakan tes PCR," ujar Muhadjir.

"Tetapi cukup memakai antigen," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Naik Pesawat di Jawa-Bali Boleh Pakai Tes Antigen, Anggota DPR: Syarat Tes PCR Memberatkan - Kompas.com - Nasional Kompas.com
Read More

5 Fakta Ibunda Asal Magelang Dirawat Panti Jompo, 3 Anaknya Marah Usai Viral - HaiBunda

Jakarta -

Belakangan, telah viral di media sosial, seorang wanita berusia 65 tahun dititipkan ketiga anaknya ke panti jompo karena alasan kesibukan. Dalam sebuah unggahan di Instagram @malangdonasi, terdapat cerita dari pihak panti jompo soal wanita yang bernama Trimah itu dititipkan ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Kabupaten Malang. Trimah sendiri dan ketiga anaknya berasal dari Magelang.

Pihak Griya Lansia Husnul Khatimah menyebutkan bahwa kasus yang dialami Trimah merupakan yang ketiga.

"Kawan, surat ini adalah surat ketiga. Sebuah dokumen penyerahan orang tua kepada GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Wajak Kab Malang," demikian bunyi tulisan dari Griya Husnul Khatimah di caption.


"Dini hari kemarin, kami menerima satu ibu atas nama TRIMAH dari kota Magelang, Jawa Tengah. Foto penyerahan dan surat kesediaan dari yayasan bisa di lihat di foto."

Lebih lanjut, pihak yayasan mengunggah surat dengan nama dan alamat yang ditutup karena ingin menjaga privasi dari ketiga anak Trimah.

banner Sacha Stevenson pulang ke Kanada

Dalam surat yang diunggah, surat tersebut berisi pernyataan ketiga anak, E, D dan F, serta alasan mereka menyerahkan ibunda ke panti jompo. Namun, pernyataan dari ketiga anak tampaknya membuat warganet berempati, Bunda.

Dalam pernyataannya, ketiga anak itu menulis, "Bersepakat untuk menyerahkan perawatan orang tua kami kepada Griya Lansia Husnul Khatimah Malang, dikarenakan kesibukan kami masing-masing."

"Apabila orang tua kami meninggal dunia, maka kami menyerahkan proses pemakaman orang tua kami kepada Griya Lansia Husnul Khatimah. Surat keterangan ini dibuat tanpa paksaan dari pihak manapun."

Postingan ini pun langsung menuai pro dan kontra dari warganet. Ada yang menyebut sebaiknya pihak yayasan panti tidak boleh memposting surat tersebut. Ada juga yang 'mengutuk' perlakuan ketiga anaknya karena tega menitipkan ibunda ke panti jompo karena alasan kesibukan.

Agar Bunda tahu fakta sebenarnya, berikut fakta-fakta yang dirangkum dari detikcom:

1. Alasan Trimah dititipkan anak ke panti

Trimah mengaku, karena kesibukan tiga anaknya, ia harus diserahkan ke Griya Lansia untuk dirawat hingga akhir hayat. Namun di sisi lain, Trimah juga kebingungan harus tinggal dengan siapa. Sebab, tiga anaknya juga hidup menumpang dengan mertua.

"Anak perempuan ikut suami di Pekalongan. Mereka juga tinggal dengan mertua. Yang dua di Jakarta, di sana dicuekin," tambahnya.

Sebelum dibawa ke Griya Lansia, Trimah pernah diajak salah satu anaknya tinggal di Jakarta. Selama hampir 1 tahun di Jakarta, Trimah sehari-harinya dirawat orang yang memang didatangkan untuk mendampingi.

Lihat juga video soal ibunda Maia Estianty, tetap awet muda di usia 81:

[Gambas:Video Haibunda]

Adblock test (Why?)


5 Fakta Ibunda Asal Magelang Dirawat Panti Jompo, 3 Anaknya Marah Usai Viral - HaiBunda
Read More

Ada Aturan Terbaru Bepergian Dengan Transportasi Darat, Simak - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan terbitkan aturan baru untuk syarat perjalanan dalam negeri transportasi darat.

Melalui SE 90/2021 tentang petunjuk perjalanan orang dalam negeri, pelaku perjalanan jarak jauh dengan transportasi darat dan penyeberangan, dengan ketentuan minimal 250 km atau waktu perjalanan 4 jam dari dan ke pulau Jawa dan Bali wajib menunjukan beberapa dokumen, Seperti :


-Kartu Vaksin minimal dosis pertama

-Hasil RT - PCR maksimal 3x24 ham atau antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan ketentuan perjalanan itu berlaku bagi pengguna kendaraan bermotor perseorangan, sepeda motor, kendaraan bermotor umum, maupun angkutan penyeberangan.

Sementara bagi pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi darat dan angkutan penyeberangan dari dan ke daerah di luar Pulau Jawa dan Pulau Bali juga wajib menunjukkan:

-kartu vaksin minimal dosis pertama

-surat keterangan hasil RT-PCR maksimal 3x24 jam atau antigen maksimal 1x24 jam sebelum perjalanan.

SE Ini berlaku efektif pada 27 Oktober 2021. Budi mengatakan SE ini berlaku hingga batas yang akan ditentukan kemudian dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

" Oleh karena itu kami juga mengimbau bagi para pemimpin daerah baik Gubernur, Wali Kota, Satgas Covid-19 di pusat dan daerah, UPT Ditjen Hubdat, maupun penyelenggara/operator sarana prasarana transportasi darat seluruhnya dapat berkoordinasi serta melakukan pengawasan terhadap pemberlakuan aturan ini di daerah-daerah," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)

Adblock test (Why?)


Ada Aturan Terbaru Bepergian Dengan Transportasi Darat, Simak - CNBC Indonesia
Read More

Kemenhub Tunggu Instruksi Mendagri Terkait Naik Pesawat Tanpa Tes PCR - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan masih menunggu penetapan aturan naik pesawat tanpa harus tes PCR. Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyatakan aturan akan tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19.

Dengan proses itu, Kemenhub belum bisa memberikan kepastian kapan kebijakan itu akan mulai berlaku. 

"Kami menunggu penetapannya melalui Inmendagri dan SE Satgas, seperti yang jadi rujukan selama ini," katanya kepada CNNIndonesia.com, Senin (1/11).


Pemerintah melonggarkan syarat perjalanan dengan menggunakan pesawat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan dengan pelonggaran itu, tes PCR tidak lagi menjadi syarat bagi masyarakat untuk berpergian dengan pesawat dari dan ke Pulau Jawa-Bali.

Masyarakat cukup menunjukkan hasil negatif covid dengan hasil tes antigen. 

"Perjalanan akan ada perubahan yaitu wilayah Jawa Bali perjalanan udara tidak lagi haruskan tes PCR tapi cukup tes antigen," jelas Mudhajir pada konferensi pers mingguan, Senin (1/11).

[Gambas:Video CNN]

Ia menyebut aturan kini berlaku sama dengan aturan perjalanan di wilayah luar Jawa non-Bali.

"Sama dengan yang diberlakukan di wilayah luar Jawa non-Bali sesuai usulan dari Pak Menteri Dalam Negeri," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah sempat mengubah syarat perjalanan udara dari cukup tes antigen menjadi tes RT-PCR.

Aturan tersebut mendapat penolakan berbagai pihak hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan penurunan harga PCR menjadi Rp300 ribu wilayah luar Jawa-Bali dan Rp275 ribu untuk wilayah Jawa-Bali.

(wel/agt)

Adblock test (Why?)


Kemenhub Tunggu Instruksi Mendagri Terkait Naik Pesawat Tanpa Tes PCR - CNN Indonesia
Read More

Indonesia Resmi Pimpin G20, Jokowi Undang Pemimpin Dunia ke Bali 2022 - Kompas.com - KOMPAS.com

KOMPAS.com - Indonesia meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia dan untuk pertama kalinya akan memegang Presidensi G20 pada tahun 2022.

Penyerahan presidensi tersebut dilakukan pada sesi penutupan KTT G20 Roma yang berlangsung di La Nuvola, Roma, Italia, Minggu (31/10/201).

Perdana Menteri Italia Mario Draghi secara simbolis menyerahkan palu kepada Presiden Jokowi yang kemudian mengetukkan palu tersebut.

Dikutip dari Setkab.go.id, Presiden Jokowi mengapresiasi Italia yang telah berhasil memegang Presidensi G20 tahun 2021.

“Saya sampaikan selamat kepada Italia yang telah sukses menjalankan Presidensi G20 di tahun 2021. Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan Presidensi G20 di tahun 2022,” ujar Presiden Jokowi.

Baca juga: Terima Presidensi G20, Jokowi Undang Para Pemimpin Dunia ke Bali 2022

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jokowi undang pemimpin dunia ke Bali 2022

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Presidensi G20 Indonesia akan mendorong upaya bersama untuk pemulihan ekonomi dunia dengan tema besar “Recover Together, Recover Stronger”.

Pertumbuhan yang inklusif, people-centered, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi komitmen utama kepemimpinan Indonesia di G20.

“G20 harus menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi dan inovasi ini. Hal ini yang harus terus kita perdalam pada pertemuan-pertemuan kita ke depan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden secara langsung mengundang para pemimpin dunia yang hadir untuk melanjutkan diskusi pada KTT G20 di Indonesia yang rencananya digelar di Bali pada 30-31 Oktober 2022.

“Kami akan menjamu Yang Mulia dan Bapak, Ibu, di ruang terbuka, di hamparan pantai Bali yang indah, yang menginspirasi gagasan-gagasan inovatif untuk produktivitas G20 ke depan. Sampai bertemu di Indonesia. Terima kasih,” ungkapnya. 

Masa kepresidenan selama setahun, yang secara resmi dimulai pada 1 Desember dan berakhir pada 30 November, akan mencapai puncaknya dengan KTT G20 di Pulau Bali pada Oktober tahun 2022.

Baca juga: Di KTT G20, Jokowi Sebut Penanganan Perubahan Iklim Harus Seiring Penyelesaian Persoalan Global Lain

Poin-poin KTT G20 Italia

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara yang tergabung dalam kelompok G20 atau Group of Twenty telah dilaksanakan di Roma, Italia, sejak 30-31 Oktober lalu.

Indonesia menjadi salah satu negara anggota kelompok negara dengan perekonomian besar itu. Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo didampingi beberapa menteri kabinet terbang ke Italia untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Berikut ini adalah sejumlah hal yang terjadi di KTT G20 terkait dengan Indonesia:

1. Ekonomi dan kesehatan global

Dalam pidato di sesi pertama ini, Jokowi mengajak seluruh pemimpin negara untuk mempersiapkan arsitektur kesehatan global untuk meningkatkan ketahanan terhadap pandemi dan guncangan lain di masa depan.

Untuk mewujudkannya, Jokowi menyebut ada 3 hal yang harus diperhatikan.

Pertama adalah penyusunan mekanisme sumber daya kesehatan global. Ini meliputi dana, vaksin, obat, alat kesehatan, hingga tenaga kesehatan.

Kedua adalah setiap pemimpin negara menyusun standar protokol kesehatan global.

Terakhir, G20 diharapkan menjadi bagian penting dari solusi mengatasi kesenjangan vaksin, obat, dan peralatan medis esensial.

Di bidang ekonomi, Presiden mendorong para pemimpin negara G20 untuk mempercepat pemulihan ekonomi global. Tak hanya dipulihkan, namun juga lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca juga: KTT G20 di Italia Sukses, Sepakat Atasi Pemanasan Global

2. UMKM dan perempuan

Selanjutnya, pada sesi side event, Jokowi juga kembali berpidato di hadapan para pemimpin negara G20.

Pidatonya kali ini terkait dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan bisnis yang dimiliki oleh kaum perempuan.

"Indonesia memilili lebih dari 65 juta unit UMKM yang berkontribusi terhadap 61 persen perekonomian nasional. Di saat yang sama 64 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. UMKM juga menunjukkan ketangguhan yang cukup tinggi di tengah pandemi," jelas Jokowi.

Untuk itu, ia berharap G20 terus menndorong penguatan peran UMKM dan perempuan melalui aksi nyata.

Baca juga: Jokowi Ingin G20 Dorong Penguatan UMKM dan Perempuan

Dalam KTT G20 Jokowi juga menyampaikan keinginan Indonesia agar G20 dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dan memimpin dunia dalam mengatasi perubahan iklim juga pengelolaan lingkungan secara nyata melalui aksi nyata.

Jokowi mencontohkan apa yang sudah dicapai Indonesia terkait ini.

"Deforestasi di Indonesia dapat ditekan ke titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Indonesia telah melakukan rehabilitasi 3 juta hektare lahan kritis pada 2010-2019," sebut Jokowi.

4. Menjadi tuan rumah KTT G20

Indonesia didapuk memegang Presidensi G20 di tahun depan untuk pertama kalinya.

Kepemimpinan yang semula dipegang oleh Perdana Menteri Italia Mario Draghi diserahkan pada Joko Widodo.

Untuk itu, Presiden pun mengundang para pimpinan negara-negara G20 untuk datang ke Bali di 2022.

"Kami akan menjamu Yang Mulia dan Bapak, Ibu, di ruang terbuka, di hamparan pantai Bali yang indah, yang menginspirasi gagasan-gagasan inovatif untuk produktivitas G20 ke depan. Sampai bertemu di Indonesia. Terima kasih,” kata Jokowi di La Nuvola, Roma, Italia, Minggu (31/10/2021), dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

Indonesia pun akan fokus pada pemulihan ekonomi dunia pasca pandemi Covid-19 dengan tema besar "Recover Together, Recover Stronger".

Baca juga: Di KTT G20, Jokowi Sebut Penanganan Perubahan Iklim Harus Seiring Penyelesaian Persoalan Global Lain

5. Jalani pertemuan bilateral

Di sela-sela pelaksanaan KTT G20, Jokowi juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin negara-negara sahabat.

Misalnya dengan Perdana Menteri Australia Scott Morisson, Presiden Perancis Emanuel Macron, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dengan Morisson, Jokowi menyampaikan terima kasih atas bantuan vaksin yang dikirimkan oleh Australia.

Bersama Macron, Jokowi menyampaikan apresiasi atas majunya kerja sama di bidang pertahanan yabg selama inin dijalin kedua negara.

Sementara ketika berbincang dengan Erdogan, Presiden Turki itu menyampaikan niatannya berkunjung ke Indonesia tahun depan yang diharapkan akan mempererat hubungan antara Indonesia dan Turki.

Baca juga: Mengenang Film Titanic yang Tayang Perdana 1 November 1997

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Indonesia Resmi Pimpin G20, Jokowi Undang Pemimpin Dunia ke Bali 2022 - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Daftar Fasilitas Negara yang Tak Boleh Digunakan Jokowi Jika Kampanye - Nasional Tempo

TEMPO.CO , Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan presiden boleh memihak dan melaksanakan kampanye dalam pemiliha...